Moral Agama (My Self)

Who Am I?

Nama saya Weka Indriani. Saya beragama islam, saya sangat bersyukur karena orang tua saya juga islam sehingga saya sebisa mungkin menjalankan ibadah sesuai agama islam seperti yang telah diajarkan orang tua saya terutama. Selain itu, saya juga memperoleh ilmu agama islam dari sekolah, masyarakat, dan masih banyak sumber yang lainnya. Walaupun saya belum mengerti dengan jelas agama islam, tapi saya sangat bersyukur karena saya sudah diberi karunia untuk masuk islam. Katanya kalau orang islam pasti nantinya bisa masuk surga. Tapi bagi saya sekarang yang terpenting bukanlah memikirkan saya masuk surga apa neraka kelak nanti. Surga ataupun neraka yang menentukan hanyalah Allah, sekarang saya hanya bisa berusaha menjalani hidup dengan baik agar kelak di akherat nanti saya bisa bahagia seperti hidup di dunia ini. Saya bersyukur Allah masih memberi kesempatan saya untuk belajar banyak hal. Saya sadar saya masih jauh sempurna seperti yang diharapkan oleh Allah, tapi sulit untuk masuk ke titik kesempurnaan itu. Kadang saya berfikir kalau saya ini manusia yang tak pandai bersyukur. Ketika saya telah diberi karunia yang luar biasa, tetapi saya tak bisa mensyukurinya. Kadang mengeluh, kadang iri hati, bahkan tak menghargai apa yang telah Allah berikan kepada saya. Sebenarnya saya ingin menjadi orang yang baik, sholehah tapi sepertinya belum ada pintu taubat untuk saya. Seharusnya saya bisa seperti teman-teman saya yang baik, sholeh, memakai jilbab. Tapi walaupun saya sering dinasehati untuk memakai jilbab oleh teman-teman saya tapi rasanya belum siap. Hati saya saja belum yakin untuk memakai jilbab, masih ingin memperbaiki hal-hal yang terkecil dulu. Ingin shalat yang rajin, ingin jadi orang baik. Kata Ibu saya, tidak apa-apa kalau belum siap pakai kerudung yang terpenting jaga hati dulu, itu semua butuh proses. Tapi walaupun saya belum memakai jilbab, saya berusaha tidak memakai pakaian yang pendek-pendek dan ngetat. Semoga dari hal kecil ini, saya nantinya bisa memakai jilbab karena keinginan sendiri tanpa pengaruh orang lain dan hati saya menjadi bersih dan bisa menjadi orang baik, selalu menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Sebenarnya kadang saya masih bolong shalatnya dan tidak tepat waktu. Membaca Al-Qur’an saja masih jarang, kadang saya hanya mendengarkan mp3 Al-Qur’an saja. Saya tidak tahu mengapa sekarang saya tidak sebaik dulu waktu sebelum kuliah. Dulu saya rajin untuk beribadah, tetapi sekarang seperti malas-malasan. Dulu masih sempat untuk melakukan ibadah sunah, tapi sekarang ibadah yang wajib saja belum tentu benar. Rukun islam yang seharusnya saya kerjakan dengan baik tapi saya sadari belum begitu baik. Dari rukun islam yang pertama yaitu syahdat sudah lumayan sering saya ucapkan kalau sedang ingat. Tapi rukun islam yang kedua yaitu shalat saja belum khusyu. Saya shalat hanya untuk mendapat ketenangan hati, mungkin bisa dikatakan sebagai formalitas karena telah menjadi kebiasaan saja. Sedangkan kehusyukan dari shalat belum saya dapatkan sampai detik ini. Kalau saya sedang shalat, pikiran tidak bisa hanya terfokus kepada satu titik untuk beribadah kepada Allah tetapi malah berpikir banyak hal. Apalagi kalau saya sedang banyak masalah, shalat itu yang penting shalat kadang ingin cepat selesai dan tidak bisa konsentrasi. Saya sekarang benar-benar seperti orang yang malas. Mungkin karena dulu saya masih dekat dengan orang tua, sering diingatkan tapi karena sekarang jauh, saya menjadi malas-malasan. Untuk belajar saja kadang kurang semangat. Terkadang kalau saya sering diingatkan, saya menjadi rajin tapi kalau tidak diingatkan kadang jadi lupa. Saya shalat waktu hari raya idul adha saja sudah jarang. Orang tua saya juga sekarang jadi jarang shalat. Kalau saya pulang ke rumah, saya shalat sendirian. Padahal saya ingin shalat jama’ah tapi kalau saya suruh kadang jawabnya hanya duluan saja, kadang jawab capek, macam-macam jawabannya. Membuat saya tidak semangat dalam beribadah. Semoga saya bisa sadar untuk rajin beribadah dan bisa mempengaruhi orang tua saya terutama untuk menjadi lebih baik. Beribadah kepada Allah dan karena Allah, bisa menjadi orang baik dan mulia di sisi Allah. Selain itu, rukun islam yang ketiga yaitu puasa juga sekarang menjadi tidak dilakukan dengan sungguh-sungguh. Dahulu saya rajin puasa sunah juga senin kamis, dan lainnya. Tapi sekarang puasa ramadhan yang bolong tahun kemarin belum dibayar. Banyak hal yang kurang baik dari saya sekarang. Tapi insya’allah saya usahakan dalam waktu yang cepat untuk segera membayarnya. Untuk rukun islam yang keempat, yaitu zakat sudah saya usahakan dengan baik. Selain itu memperbanyak shadaqah dan membantu orang lain yang membutuhkan selagi saya bisa. Semoga saya dapat meningkatkan hal tersebut. Dan untuk rukun islam yang terakhir yaitu haji. Semoga saya dan keluarga saya bisa mempuyai cukup rejeki dan pergi ke haji. Amin. Tetapi untuk saat ini saya belum sampai kesitu, saya ingin memenuhi rukun islam yang lebih diutamakan dulu baru berpikir jauh untuk melakukan rukun islam yang kelima tersebut. Sebelum saya naik haji juga saya berkeinginan untuk membantu orang tua meringankan beban biaya sekolah adik saya dahulu. Semoga semua yang saya harapkan bisa berjalan dengan baik dan lancar. Selain saya melakukan rukun islam dengan baik saya juga berusaha untuk melakukan rukun iman dengan baik. beribadah kepada Allah dengan baik. tidak hanya menjalankan perintahNya tetapi juga menjauhi laranganNya. Saya semoga dapat menghilangkan perbuatan-perbuatan yang tidak baik dan dilarang oleh Allah, lebih sering membaca Al-Qur’an dan memahainya unruk dijadikan pedoman dalam menjalani hidup. Dapat menjadikan teladan nabi dan rasul agar saya mempunyai kepribadian seperti yang ditunjukan atas wahyu dari Allah SWT. Mensyukuri takdir yang telah ditentukan Allah. Saya harus bisa sabar dan tabah ketika saya mendaptkan cobaan atau masalah. Dan saya bisa menjalani hidup ini dengan baik agar kelak di akherat nanti saya bisa mendapat kenikmatan surga dari Allah yang begitu luar biasa dan amal ibadah saya dapat dipertanggungjawabkan dengan baik di hadapan Allah ketika hari kiamat tiba nanti. Jika saya dapat menjalankan itu semua dengan baik pasti saya menjadi orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah, setidaknya juga saya mempunyai bekal untuk berbuat baik kepada orang lain karena Allah.

 

How Do I Know Islamic Law?

Saya kurang tahu tentang hukum islam, yang saya tahu hanya manusia mempunyai kewajiban untuk beribadah kepada Allah. Selalu menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Tetapi dengan sedikit ilmu itu yang saya tahu, saya harus bisa menjalankan ilmu itu dengan baik. Saya hanya mempunyai ilmu yang sedikit, itu saja saya belum bisa menjalankan dengan baik. semoga selain nanti saya mendapat ilmu yang cukup banyak, saya juga bisa memanfaatkan ilmu dengan baik. Saya sebagai hamba Allah harus bisa menyembah Allah dengan sebaik-baiknya dan tidak lupa pula untuk selalu berbuat baik kepada umat manusia, agar saya menjadi manusia yang dapat dipertanggungjawabkan amal ibadahnya di hadapan Allah SWT.

 

What Books (about islamic law) Had I Read?

Sepertinya saya belum pernah membaca buku tentang islam dengan baik, sehingga saya menjadi lupa telah membaca buku apa saja. Yang saya ingat tentang kecantikan dari dalam diri manusia dan kewajiban perempuan untuk memakai jilbabnya, tentang kisah-kisah Nabi dan Rasul, kisah dajjal, kebathilan, dan saya tidak ingat lagi. Saya sekarang jarang baca buku tentang islam hanya saja sering melihat wacana-wacana tentang islam. Semoga dari wacana-wacana yang tak seberapa itu, saya bisa belajar mengenai islam sedikit-sedikit dan bisa menjadi orang yang lebih baik lagi. Dari beberapa buku tersebut yang telah saya baca, saya sangat tertarik dengan kewajiban seorang wanita yang telah baligh agar menutup auratnya dan memakai jilbab. Saya tertarik karena saya belum bisa seperti perempuan yang mulia di hadapan Allah seperti yang diceritakan dalam buku tersebut, agar perempuan memakai jilbab sehingga auratnya bisa lebih terjaga. Saya sudah tahu kewajiban permpuan untuk menutup auratnya, tetapi saya belum juga sadar akan hal itu. Yang lebih menggelikan lagi, saya hanya hanya yakin untuk memakai jilbab kalau sedang membaca wacana saja setelah itu saya kurang begitu yakin untuk segera memakai jilbab.  Belum lama juga di Facebook, saya diberi artikel kisah seorang wanita yang tidak bisa melangkah satu langkah lagi untuk menuju surga karena dia tidak menutup auratnya. Padahal katanya dia orang yang baik, sholehah, rajin beribadah. Tapi karena belum menutup auratnya dengan memakai jilbab dia tidak bisa mendapatkan kenikmatan surga tersebut. Saya takut sebenarnya ketika membaca wacana tersebut, karena saya termasuk orang yang belum bisa menutup aurat dengan baik. Yang lebih menakutkan lagi, saya juga melihat wacana kalau ada seseorang yang suka menampilkan foto di Facebook yang tidak menutup auratnya. Dan ketika sesorang itu sudah meninggal, ibunya bermimpi agar Facebooknya untuk segera di blokir. Ketika saya membaca kisah-kisah tersebut, rasanya terharu. Tapi lagi-lagi saya belum bertaubat juga. Astagfirullah. Semoga saya segera bertaubat. Dapat mempunyai hati yang bersih dan baik pula agar kecantikan dalam diri saya terpancar seperti yang dikatakan buku yang telah saya baca sebelumnya. Dari buku kisah nabi dan rasul, dari situ saya dapat mengambil makna untuk selalu meneladani pribadi yang berkualitas seperti para nabi dan rasul. Walaupun penuh liku-liku tetapi bisa menjadi pribadi yang baik, tangguh, sabar dan tabah dalam menghadapi segala rintangan dan halangan untuk menyiarkan agama islam. Dan saya sekarang yang tidak perlu bersusah payah lagi harus bisa mempunyai pribadi seperti yang diajarkan oleh para nabi dan rasul. Selain itu, dari buku yang membahas adanya dajjal suatu hari nanti saya dapat memetik hikmah, agar saya dapat beribadah lebih baik lagi dan tidak tergoda dengan kemunafikan dajjal. Nantinya tidak tergoyah untuk mengikuti aliran dajjal yang sesat yang menyekutukan Allah SWT. Semoga saya menjadi hamba Allah yang dapat melihat kebenaran yang sesungguhnya, tidak terpengaruh oleh aliran dajjal yang berusaha untuk memecah belah agama islam. Sedangkan dari buku kebathilan kalau tidak salah, dari situ saya mengambil banyak hal karena diceritakan kisah-kisah yang sesuai dengan syariat islam. Sehingga saya dapat menjadikan kisah tersebut untuk menambah pengetahuan saya sekitar islam. Dari buku tersebut juga diceritakan pengalaman-pengalaman seseorang kalau tidak salah. Sehingga saya mampu mengambil makna dari pengalaman atau kisah-kisah tersebut. Sedikit-sedikit menjadi tahu mana hal yang bathil atau benar dan mana yang tidak yang disesuaikan dengan agama islam. Dari hal yang telah dikupas oleh buku dan wacana-wacana tersebut, semoga saya menjadi insan yang lebih baik lagi. Amin

 

 

 

Berikan Saya Sedikit Ilmu

Dan Semoga

 Saya Bisa Berubah Menjadi Lebih Baik Lagi!

Amin…. @_@

Dimulai Dari Sekarang…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: